Rabu, 15 April 2015

komputer dan masyarakat SEARCH ENGINE OPTIMIZATION (SEO)

SEARCH ENGINE OPTIMIZATION  (SEO)
 
Perkembangan dunia online semakin cepat seiring dengan sumber daya pendukung semakin memadai. Saat ini kebutuhan internet bagi masyarakat telah menjadi kebutuhan primer, jika dibandingkan sebelumnya sebagai kebutuhan sekunder. Negara-negera berkembang terus membangun sumber daya untuk mempercepat akses internet kepada semua masyarakat. Kedepannya tentunya penggunaan internet akan terus meningkat dalam memudahkan kehidupan manusia dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Seiring dengan perkembangannya masyarakat telah semakin aktif dalam pengunaan internet misalnya digunakan pemanfaatan sebagai media bisnis.
Semakin banyaknya blog maupun website dalam dunia online. Tentunya setiap halaman tersebut menginginkan untuk menduduki posisi tertas atau pertama dalam pencarian Search Engine. Dimana Search Engine secara umum sebagai perangkat lunak komputer yang digunakan untuk mencari informasi dalam jaringan internet. Sedangkan ditinjau dari para pemilik website atau layanan berbasis web hasil pencarian pada Search Engine akan menentukan layanan informasi kepada para pengguna internet.
Search Engine Optimization (SEO) adalah teknik yang digunakan dalam dunia website atau blog untuk mendapatkan posisi paling atas dalam halaman pencarian Search Engine. Search Engine Optimization (SEO) merupakan serangkaian proses yang dilakukan secara sistematis yang bertujuan untuk meningkatkan volume dan kualitas trafik kunjungan melalui mesin pencari menuju situs web tertentu dengan memanfaatkan mekanisme kerja atau algoritma mesin pencari tersebut. Bertujuan untuk menempatkan sebuah situs web pada posisi teratas, atau setidaknya halaman pertama hasil pencarian berdasarkan kata kunci tertentu yang ditargetkan. Secara logis, situs web yang menempati posisi teratas pada hasil pencarian memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pengunjung.
Istilah Search Engine Optimization (SEO) menurut Danny Sullivan, pertama kali digunakan pada 26 Juli tahun 1997 oleh sebuah pesan spam yang diposting di Usenet. Pada masa itu algoritma mesin pencari belum terlalu kompleks sehingga mudah dimanipulasi. Versi awal algoritma pencarian didasarkan sepenuhnya pada informasi yang disediakan oleh webmaster melalui meta tag pada kode html situs web mereka. Sementara meta tag menyediakan informasi tentang konten yang terkandung pada suatu halaman web dengan serangkaian kata kunci (keyword). Sebagian webmaster melakukan manipulasi dengan cara menuliskan katakunci yang tidak sesuai dengan konten situs yang sesungguhnya, sehingga mesin pencari salah menempatkan dan memeringkat situs tersebut.
Hal ini menyebabkan hasil pencarian menjadi tidak akurat dan menimbulkan kerugian baik bagi mesin pencari maupun bagi pengguna internet yang mengharapkan informasi yang relevan dan berkualitas. Sedangkan Larry Page dan Sergey Brin selaku dua mahasiswa doktoral ilmu komputer Universitas Stanford.  Berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan membangun backrub. Dimana backrub sebuah mesin pencari sederhana yang mengandalkan perhitungan matematika untuk memeringkat halaman web.
Algoritma tersebut, yang dinamakan PageRank, merupakan fungsi matematika yang kompleks berupa kombinasi antara perhitungan jumlah link yang mengarah pada suatu halaman web dengan analisis atas kualitas masing-masing link tersebut. Sistem PageRank sangat membantu mempopulerkan sebuah website pada pemasaran secara online pada halaman utama.
Meskipun sistem PageRank telah menerapkan algoritma yang kompleks. Belakangan juga tidak lagi sepenuhnya mampu menghadapi trik dan manipulasi.
Sejumlah webmaster dan praktisi SEO telah mengembangkan beberapa metode yang memanfaatkan cara kerja PageRank agar halaman web klien mereka berada pada peringkat pertama hasil pencarian. Salah satu Search Engine Google secara resmi telah melarang penggunaan beberapa teknik ilegal seperti link farming, doorway pages, keyword stuffing, dan auto generated pages atau scraper pages. Situs atau layanan Search Engine Optimization (SEO) yang tetap menggunakanannya terancam akan dihapus dari indeks pencarian.
Layanan Search Engine Optimization (SEO) berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan web yang dimanfaatkan dalam bisnis online. Hampir semua pembinis dalam meningkatkan pengunjung websitenya dengan memanfaatkan Search Engine Optimization (SEO). Hal itu yang menyebabkan sebuah situs harus berusaha lebih keras agar alamatnya lebih mudah ditemukan pengunjung di antara jutaan alamat situs lain dari seluruh dunia yang menjadi kompetitornya. Search Engine menjadi pintu masuk utama, karena pengguna internet tidak lagi sanggup menghafalkan jutaan situs, dan sebagai gantinya mereka mengandalkan hasil pencarian dari Google, Yahoo!, Bing, dan mesin pencari lain.
Banyak keuntungan yang diperoleh ketika alamat website atau blog muncul halaman pertama hasil pencarian. Adapun keuntungan yang diperoleh yakni peluang calon pelanggan mengunjungi situs web mereka menjadi lebih besar dan memberikan citra dan reputasi yang baik bagi sebuah situs di mata pengunjung.
Search Engine pada umumnya tidak mencari keuntungan secara langsung dari hasil pencarian organik. Pemasukan usaha mereka diperoleh dari iklan yang ditampilkan pada bagian atas atau samping hasil pencarian organik tersebut. Ketika ada sebuah perusahaan yang kurang berhasil menerapkan strategi Search Engine Optimization (SEO) sehingga alamat situsnya tidak berada pada posisi teratas dalam hasil pencarian organik. Namun, masih dapat memperoleh pengunjung dengan beriklan pada mesin pencari tersebut.
Pada Google, pemasangan iklan dapat dilakukan melalui Google AdWords. Dimana Google AdWord menerapkan mekanisme pay per click atau bayar per klik, artinya untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung, pemasang iklan akan dikenakan biaya, yang besarnya berbeda-beda tergantung pada proses lelang (bidding) katakunci yang dilakukan oleh pemasang iklan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar